Kesombongan dan ketamakan selalu berbuah keburukan dan kejahatan Mudzakir mendapatkan buah dari kekikiran dan kelicikannya. Karena licik dan serakah, Mudzakir tidak mendapatkan emas. Ia justru mendapatkan kebusukan, sama seperti isi hatinya. Semua orang di wilayah itu menjadi semakin benci pada Mudzakir yang kikir.